Lembaga Ekonomi


A. Pengertian Lembaga dan Organisasi Sosial
Lembaga social adalah himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.
Organisasi social adalah suatu unit social yang sengaja dibentuk dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Perwujudan lembaga social berupa organisasi sosial. Asosiasi atau organisasi social mempunyai peraturan, ketentuan dan tata tertib yang disebut lembaga social. Lembaga sosial bersifat tidak tampak/abstrak, organisasi bersifat nyata/konkret.



B. Lembaga Ekonomi
1. Pengertian
Lembaga ekonomi ialah pranata yang mempunyai kegiatan bidang ekonomi demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat.
2. Fungsi, tujuan dan peranan lembaga ekonomi
Fungsi lembaga ekonomi:
• Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
• Memberi pedoman untuk barter dan jual beli barang
• Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja dan cara pengupahan
• Memberi pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja
• Memberi identitas diri bagi masyarakat
Tujuan lembaga ekonomi adalah terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.

3 unsur penting dalam kegiatan ekonomi:
1. Produksi
• Ekstraktif : memungut/mengambil langsung dari alam tanpa mengubah sifat dan bentuk barang
• Agraris : dengan mengolah tanah untuk menanam tumbuh tumbuhan
• Industri : dengan mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi dan bahan jadi
• Jasa : penyediaan dan layanan bagi orang lain
• Perdagangan : bergerak dibidang jual beli barang, sehingga terjadi perpindahan hak milik.
2. Distribusi dan pemasaran

C. Pola Politik Ekonomi
1. Sisitem feodalisme: sepreangkat lembaga politik dan ekonomi yang menempatkan pemilik tanah (raja) dan prajurit yang menjaga keamanan sebagai pelindung warga, harta benda, dan hak penggunaan tanah.
Feodalisme menempatkan menempatkan posisi petani penggarap dan kaum bangsawan secara diskriminatif. Sisitem ini berlaku sebelum abad ke-20.
2. Sistem merkantilisme: sisitem ekonomi yang Negara bertanggung jawab mengendalikan dan mengarahkan segenap kegiatan ekonomi termasuk melarang masuknya seseorang yang memiliki keterampilan atau mata pencarian satu ke mata pencarian lain.
3. Sistem kapitalisme: reaksi system merkantilisme, kebebasan pemilik modal untuk mengembangkan usahanya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Kapitalisme modern saat ini menganut prinsip pemupukan modal, penciptaan usaha dan ekspansionalisme, seperti Amerika Serikat.
4. Sistem komunisme: paham yang menempatkan partai tunggal dan dictator sebagai wakil rakyat. Semua koordinasi ekonomi ditentukan oleh Negara atau partai yang berkausa.tidak ada peluang untuk bersaing bebas, seperti Kuba dan Korea Utara.
5. Sistem sosialisme: system untuk merombak masyarakat kea rah persamaan hak dan pembatasan hak milik pribadi untuk kesejahteraan masyarakat. Paham ini muncul sebagai reaksi dari ketidakpuasan dan ketimpangan pemilikan modal dan ketidakadilan dari industrialisasi dan kapitalisme.

C. Krisis Ekonomi Global 2008
Singkatnya, krisis ekonomi AS terjadi menurut kompas karena penumpukan hutang nasional AS yang mencapai 8.98 triliun USD, pengurangan pajak korporasi, pembengkakan biaya perang Irak dan Afghanistan, dan yang paling krusial adalah Subprime Mortgage: Kerugian surat berharga property sehingga membangkrutkan Lehman Brothers, Merryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock, UBS, Mitsubishi UF.
Krisis ekonomi Amerika dimulai dengan pelonggaran peraturan pengucuran kredit bank oleh pemerintah yang menyebabkan kredit bank bisa diakses dengan lebih mudah oleh orang dengan kualifikasi yang tidak meyakinkan dan juga oleh orang yang sebenarnya punya banyak hutang lain. Kebijakan ini juga mendorong spekulasi berlebihan atas properti yang menyebabkan harga properti melambung tinggi hanya dalam waktu beberapa tahun rent apartment juga jadi naik tiap tahun satu waktu, harga2 ini tidak bisa lagi dijangkau oleh pasar, akhirnya penjualan rumah dan apartment merosot drastis, padahal tadinya dibeli dengan hutang utk dijual lagi dengan harga tinggi. Jadilah kredit macet yang buntutnya krisis keuangan di bank yang sekarang mulai terasa di sector riil. Dampaknya belum separah krisis Asia. Yang terkena PHK, para karyawan badan keuangan penyalur kredit atau kontraktor properti yang kehilangan pekerjaan. Dampak yang lain adalah banyak orang tiba-tiba terlilit hutang bank dan rumah mereka yang buat spekulasi tadi disita oleh bank dan dijual murah.. tapi sedikit demi sedikit krisis ini sudah mulai terasa terutama di pasar saham. Harga indeks saham amerika merosot tajam.
Sebuah perusahaan yang go public di Amerika dituntut untuk meningkatkan laba hingga 20 persen tiap tahunnya. Tentang bagaimana caranya, CEO dan direktur yang akan mengaturnya. Pemilik perusahaan atau pemegang saham tidak mau tau yang penting harga saham naik dan laba terus meningkat.
Mengapa harga saham harus selalu naik, alasannya adalah jika saham dijual maka harga saham harus lebih tinggi dari harga saham saat membeli. Dan mengapa laba harus naik? alasannya jika saham tidak dijual maka setiap tahunnya mereka bisa mendapat pembagian laba atau deviden yang bertambah banyak.
Sehingga CEO (chief executive officer) selalu mencari cara untuk melakukan 2 hal di atas tadi. Alasannya agar tetap dapat mempertahankan jabatan dan gaji dan bonus yang selalu meningkat. CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali gaji Presiden Bush. Sehingga antara pemegang saham dan CEO menemukan sumbu temu untuk mendapatkan 2 hal di atas.
Berbagai cara dilakukan hingga melibatkan pelaku politik, banyak kebijakan yang memungkinkan perubahaan aturan dan undang-undang untuk memungkinkan segala cara para CEO tersebut. Bagi pelaku politik keuntungannya adalah mendapatkan dana kampanye dan dukungan.
Dengan cara ini ekonomi AS berkembang pesat, semua orang mampu membeli kebutuhan hidup. Sehingga AS memerlukan banyak barang. Jika tidak bisa dibuat di dalam negeri maka pesan dari negara lain. Maka tak heran China memiliki cadangan devisa terbesar yaitu 2 triliun USD karena memasok banyak barang ke AS.
Sudah 60 tahun AS membesarkan perusahaan seperti itu, yang merupakan bagian dari ekonomi kapitalis sehingga AS menjadi penguasa dunia. Tapi itu belum cukup, segala hal harus yang terbaik, terkomputerisasi, bonus yang sudah besar harus dibuat lebih besar lagi. Disinilah ketamakan AS terlihat.
Ketika semua orang sudah membeli rumah, seharusnya tidak ada lagi perusahaan penjual rumah. Namun kenyataannya perusahaan harus meningkatkan penjualan untuk mendapatkan pertumbuhan laba. Maka dicarilah jalan agar rumah terjual lebih banyak. Jika orang sudah memiliki rumah maka diciptakan agar kucing dan anjing juga memiliki rumah. Termasuk mobil.
Namun ketika kucing dan anjing sudah memiliki rumah, siapa lagi yang harus membeli? Maka di tahun 1980, Pemerintah AS mengeluarkan keputusan ‘Deregulasi Kontrol Moneter’, intinya dalam kredit rumah, perusahaan real estate diperbolehkan menggunakan variable bunga. Artinya boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini merupakan peluang besar bagi perusahaan real estate, broker, asuransi dan keuangan.
Maka, Amerika memberlakukan Paket penyelamatan ekonomi (baillout) Amerika Serikat (AS) senilai US$ 700 miliar, yang disetujui Kongres AS, pada Jumat (3/10), akan menciptakan sentimen positif di pasar keuangan dan pasar modal global. Meski demikian, krisis sektor keuangan, yang dikhawatirkan membawa perekonomian AS menuju resesi masih tetap mengancam perekonomian global, seiring dengan meningkatnya angka pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan turunnya produksi sektor manufaktur di negeri adi daya itu.

D. Dampak Bagi Indonesia
Dampak negative krisis ekonomi global pada Indonesia ialah karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut, penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun-yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Harga saham perusahaan dalam negeri pun menurun drastis dan nilai mata uang Indonesia menurun disbanding dolar yang menguat.
Pemerintah mengatakan bahwa krisis ekonomi global yang berdampak ke Indonesia ini tidak akan separah krisis moneter 1997-1998 lalu. Krisis ekonomi saat itu sangat parah karena terjadi political crisis, harga minyak turun hingga 20 dolar/barel, kekeringan panjang karena El Nino dan pergolakan konflik di beberapa daerah.
Upaya pemerintah ialah pembentukan tim khusus yang merupakan sinergi antara pemerintah, perbankan, dan dunia usaha guna mengantisipasi dampak krisis ekonomi global terhadap Indonesia. Pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan pelaku pasar domestik, demi mengantisipasi dampak jangka menengah panjang krisis tersebut. Harus ada sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pemerintah siap menghadapi krisis perekonomian AS. Pemerintah dapat memulainya dengan mengatur aliran dana besar yang berpotensi masuk ke negara berkembang, seperti Indonesia, pascapaket penyelamatan (baillout) Pemerintah AS senilai US$ 700 miliar cair. Dengan cara itu, para pemodal akan melirik negara berkembang untuk menempatkan dananya, karena kondisi pasar keuangan tergolong aman dan berpengalaman terhadap krisis. Kalangan usaha juga menginginkan pemerintah secara hati-hati mengendorkan kebijakan uang ketat dan membuat prioritas produk-produk andalan Indonesia yang tetap mendapat dukungan dari perbankan. Kalau tidak, produktivitas akan menurun dan akan ada unemployment. Pemerintah juga diminta untuk diversifikasi pasar ke Timur- Tengah dan Rusia dan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi dalam bentuk investasi langsung.

Selain itu, pemerintah dapat melakukan pendekatan kepada korporasi besar yang terkait langsung dengan transaksi bernilai besar, baik di sektor ekspor-impor, pasar modal, serta pasar keuangan (valas). Tujuannya untuk meredam, jangan dibiarkan bebas. Karena dana tersebut, berpotensi menimbulkan krisis, seperti krisis likuiditas yang menimpa sektor perbankan saat ini.
Dengan kebijakan yang tepat, pemerintah dapat menghambat aliran dana itu, baik yang masuk maupun keluar, sehingga tidak berpengaruh besar terhadap instrumen keuangan lokal.


Sumber:
1. Sosiologi Esis: Kun Maryati
2. www.antara.co.id
3. www.pinara.net
4. www.beritasore.com
5. Kompas