Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Risiko dan Ketidakpastian



Tujuan pembahasan topik ini adalah:
1. mempelajari analisis expected present value (EPV) dalam kondisi ketidakpastian.
2. mempelajari teori keputusan pohon (decision tree).
3. mempelajari analisa risiko pada berbagal alternatif keputusan.
4. mempelajari berbagai kriteria risiko dalam pengambilan keputusan.
5. mempelajari pertimbangan untuk pencarian informasi dan nilai informasi.

Analisis expected present value dan decision tree
Analisis expected present value merupakan anailsis multi periode karena merupakan implikasi keputusan biaya dan penerimaan pada periode sekarang dan periode yang akan datang, sedang decision tree merupakan dasar keputusan dan problem dan cabang pertama merupakan alternatif-alternatif keputusan, yang juga merupakan solusi yang potensial dañ masalah keputusan. Cabang-cabang decision tree menunjukan hasil yang diharapkan pada tahun pertama dan tahun kedua dan waktu keputusan tersebut ditentukan.

Terdapat tiga situasi kemungkinan permintaan, yaitu:
a. karakteristik permintaan yang ramai
b. karakteristik permintaan yang sedang
c. karakteristik permintaan yang sepi

Untuk memutuskan mesin mana yang harus dipasang agar profil dan returnya lebih tinggi, kita harus menganalisis terlebih dahulu dengan menggunakan analisis expected present value dan keuntungan yang dijanjikan oleh masing-masing alternatif.

Dalam memilih jenis mesin kita perlu menetapkan kemungkinan kemungkinan pada keadaan pasti dan permintaan yang ramai, sedang, dan sepi setiap waktu tertentu. Misalnya 2 tahun. Kemudian kita memilih discount rate yang lepat.

Tingginya reiko dihubungkan dengan keputusan khusus yang ditetapkan sebagai penyebarannya dari nilai probabilitas sebelumnya yang diperoleh dari hasil yang mungkin terdapat di sekitar nilai yang diharapkan. Standar deviasi dan distribusi probabilitas menunjukan nilai rata-rata deviasi absolut seluruh hasil yang mungkin diperoleh dari nilal yang diharapkan pada distribusi probabilitas.

Secara matematis ditunjukkan dalam rumus berikut ini:



Risk aversion, risk preference, dan risk uncertenty (tidak menyukai risiko)
• risk aversion didefinisikan sebagai perasaan bahwa hal tersebut tidak berguna disebabkan adanya risk uncertainty (tidak menyukai resiko).
• risk aversion tidak menyukai struktur antara hasil dan risiko seperti pada analisis
• indijerence curve (IC). indiference curve adalah garis kombinasi antara variabel-variabel yang memberi komsumen dan pembuatan keputusan (dalam hal ini) jumlah utiliti atau kegunaan yang sama IC mempunyai slope positif untuk menggambarkan kenyataan bahwa risiko itu buruk dan menyebabkan ketidakgunn dibanding kegunaan.



Terdapat tiga pilihan IC yang berubah-ubah: I1, I2, I3•
Dan gambar ini keputusan A Iebih disukai dibanding keputusan B karena pada B nilai yang diharapkan sama dengan risiko yang lebih tinggi.

Perbedaan tingkat risiko pada risk aversion yang berbeda secara grafik dapat digambarkan dengan IC yang lebih curam atau lebih rata dalam daerah
risk return.



risk preference dan risk neutrality
risk preference berarti disini risiko dibuat sebagai utiliti dari barang-barang produksi dan IC individu adalah mempunyai slope negatif.



• risk neutrality berarti individu secara kompleks indifferensi terhadap risiko, apakah mendapat utiliti atau dis-utility dan risiko yang sedikit atau
dan risiko yang banyak tidak akan berpengaruh terhadap individu tersebut.
Masing-masing IC individu seolah-olah horizontal.



Penyesuaian untuk risiko dalam pengambilan keputusan
Dalam pengambilan keputusan terdapat penyesuaian risiko yang meliputi empat kriteria keputusan, yaitu:
a. kriteria variasi koefisien
b. kriteria expected present value dengan menggunakan discount rate yang berbeda
c. kriteria ekuivalensi kepastian
d. kritena keputusan maksimum

Kriteria variasi koefisien adalah ratio standar deviasi pada expected present value. Efisien variasi dan probability menunjukan jumlah standar deviasi atau risiko per rupiah dan expected present value atau return. Kriteria expected present value dengan menggunakan discount rate yang berbeda adalah menggunakan lebih tinggi untuk memperoleh lebih banyak alternatif-alternatif keputusan yang mengandung nisiko atau disebut juga dengan opportunity discount rate (ODR). ODR adalah tingkat bunga yang paling tinggi yang dapat dihasilkanl diperoleh pada tingkat nsiko yang sama.

Kriteria ekuivaiensi kepastian dan suatu keputusan mempunyai alternatif lebih dan satu kemungkinan hasil yaitu, sejumlah uang yang tersedia dengan pasti yang menyebabkan pengambil keputusan menerima sejumlah uang tertentu.

Kriteria keputusan maksimum adalah istilah yang biasanya digunakan untuk memilih hasil yang terbesar dan hasil yang terkecil (minimum) yang dihubungkan dengan setiap alternatif keputusan.

Penentuan kriteria keputusan yang akan diaplikasikan dan empat kriteria keputusan di atas tergantung atas tiga faktor, yaltu:
a. seseorang banus mempertimbangkan fluktuasi yang menunjukkan bahwa orang dihadapkan dengan keputusan nyata.
b. seseorang hams mempertimbangkan besarnya spekulasi.
c. pembuat keputusan berpendirian pada risiko dan ketidakpastian meliputi tingkat kesukaan atau penolakan risiko individu. Faktor yang penting adalah kemauan dan pembuat keputusan untuk menerima risiko dengan segala konsekuensinya.

Searh cost dan nilai informasi
Searh cost adalah biaya yang dikeluarkan dalam mendapatkan informasi yang diperlukan oleh pengambil keputusan dan dalam waktu yang terbatas. Searh cost dilakukan melalui:
a. survey terhadap pelanggan yang potensial
b. penggunaan komputer
c. stimulasi atau dorongan

Nilal informasi adalah perbedaan antara informasi yang telah didapatkan dan yang diperoleh apabila dapat diketahui kepastian hasil sebelum evaluasi terhadap keputusan yang telah dibuat. Kualitas sebuah keputusan tergantung pada tiga pertimbangan dasar, yaitu:
a. apakah pencarian informasi dilaksanakan pada titik yang menunjukkan bahwa titik tersebut secara manajerial menguntungkan atau tidak untuk meLanjutkan prosedur pencarian?
b. apakab informasi yang didapat digunakan dalam bentuk appropriate?
c. apa ukuran keputusan yang digunakan?

Pemilihan waktu dalam pengambilan keputusan
Keputusan sebaiknya tidak dibuat secam irrevocable sebelum keputusan harus dijatuhkan. Gunanya agar dapat mempertimbangkan (bila keputusan proyek pembangunan misalnya) tentang kenaikan harga dan fluktuasi ekonomi. Dalam pengambilan keputusan, sebaiknya pembuat keputusan mempertimbangkan tingkat sensitivitas suatu keputusan tersebut dengan menggunakan asumsi.

Analisis sensitivitas didefinisikan sebagai sebagai penentuari suatu keputusan untuk mendapatkan tingkat ketidaktelitian pada asumsi yang digunakan atau yang mendasari, dan dapat ditolerir tanpa menyebahkan ketidaktepatan suatu keputusan. jadi dapat disimpulkan bahwa keputusan yang baik apabila:
a. didasarkan pada ketepatan penyesuaian informasi expected present value.
b. diperoleh dan prosedur penelitian yang diambil dan titik yang menunjukkan bahwa penambahan informasi akan menurun dengan tujuan untuk menyeimbangkan biaya perolehan suatu informasi.
c. ditemukan dengan menggunakan kriteria keputusan yang tepat.
d. dibuat pada waktu yang optimal.
e. kualifikasi yang seseuai dengan pernyataan dan keputusan yang mendasarinya.